11 Makanannye Orang Betawi yang Maknyos. Mana Satu Favoritmu?

Jakarta akan merayakan ulang tahunnya yang ke 491 tahun ini loh pada tanggal 22 Juni!

Harapannya ibu kota negara ini tumbuh menjadi kota metropolitan yang menjadi pusat berbagai bidang seperti pemerintahan, ekonomi, dan termasuk juga dalam urusan perut yakni kuliner. Emang harus diakui banget nih, di Jakarta tuh mau makan apa aja ada, selama ada duit. Kalau pas aku lagi balik kampung ke Jambi atau lagi traveling ke luar daerah gitu, suka sih kangen ama mall-nya karena bisa makan enak dan adem di dalamnya, khususnya makanan kesukaanku Ramen. Meski gitu, aku juga punya harapan bahwa makanan Suku Betawi yang tampak kepayahan dalam gempuran berbagai kuliner daerah dan internasional ini masih bisa eksis dan mudah dinikmati.

Karena kayaknya so far, mau cari makanan asli Jakarte agak bingung juga mau di mana. Sejauh ini yang aku pernah  nyoba di Cafe Betawi, Cafe Batavia di Kota Tua ama pas perayaan ulang tahun Kota Jakarta yakni Pekan Raya Jakarta, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Jakarta Fair. Melihat deretan para pedagang Kerak Telor yang dengan sabar menjajakan paganan kerak telor di luar dan dalam arena Jakarta Fair membuat aku jadi terenyuh. Ada rasa sedikit bersalah sih karena aku juga jarang banget nyicip kuliner Betawi. Tapi beberapa yang sempat dicoba itu yang ini :

Kerak Telor

Segala sesuatu yang dari telor, biasanya aku doyan. Tapi terkecuali Kerak Telor nih. Mungkin gak cocok ama rasanya aja. Makanan ringan ini terbuat dari ketan dan telur yang dipanggang tipis sehingga berkerak. Telur yang digunakan bisa berupa telur ayam maupun telur bebek. Namun, biasanya orang lebih memilih menggunakan telur ayam karena rasanya tidak terlalu amis. Setelah itu, kerak telor siap disajikan dengan remah-remah kelapa bakar atau serundeng yang renyah. Tiap aku lewat Kebayoran, banyak banget deh penjualnya yang jualan di samping jalan gitu.

kerak telor

Soto Betawi & Soto Tangkar

Soto Betawi termasuk kuliner Betawi yang paling lazim. Makanan berkuah dan bersantan dengan kelembutan daging sapi sepertinya memang sangat sulit ditolak, terutama di kala cuaca dingin. Untuk memberi rasa segar di kuah, Soto Betawi diberi santan. Namun ada juga yang sengaja menambahkan susu dalam untuk rasa yang lebih creamy dan manis. Penggantian santan menjadi susu juga sengaja dilakukan biar lebih tidak mudah basi, selain juga untuk menyajikan rasa yang sedikit berbeda dari soto betawi pada umumnya.

Selain soto betawi, ada satu lagi jenis soto lainnya yang dikenal dengan Soto Tangkar.

“Soto tangkar ini isinya sapi dan ayam, digabung menjadi satu. Itulah mengapa namanya tangkar, dari awalnya kata “bertengkar”, begitu kata Bernardo Palm, Head Chef Holiday Inn Express JIExpo sewaktu aku nyicip di resto hotelnya.

Meski begitu, bisa juga dijumpai dalam semangkok Soto Tangkar hanya ada daging ayam atau daging sapi saja.

Walau terlihat sama, namun biasanya soto tangkar memiliki kuah yang lebih berwarna kemerahan karena ditambah dengan cabai. Sementara itu, soto betawi identik dengan warna abu-abu yang berasal dari santan.

soto betawi

Laksa Betawi

Laksa lebih dikenal sebagai makanan asli dari Singapura. Namun, sesunguhnya makanan ini sendiri memiliki pengaruh kuat yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Begitu juga di Jakarta, Laksa dipengaruhi dari Tiongkok dan beradaptasi sedikit dengan cita rasa Betawi. Bedanya, jika laksa yang biasa kusantap kaya akan makanan laut seperti udang atau cumi, tapi kalau Laksa Betawi lebih minimalis karena cuma ada telur dan daging ayam sebagai topping utama. Unsur berikutnya yang juga tak boleh ketinggalan dan menjadi pembeda adalah daun kemangi dalam semangkok Laksa Betawi. Selain itu, Laksa Betawi lebih umum menggunakan bihun atau soun sebagai pengganti mi putih yang terbuat dari tepung beras. Warna kuahnya juga lebih berwarna kuning bukan oranye. Terus jangan lupa selanjutnya ku kasih kerupuk banyak, rendam sampai benyek. Yum-yum~~

laksa betawi

Nasi Uduk Betawi

Kebiasaan makan nasi uduk ini boleh dibilang termasuk baru buatku. Jadi dulu pas di Jambi, biasanya nasi uduk ini adanya pas malem gitu dan buka tenda di jalanan. Aku gak tau sih mereka ini uduk asli betawi atau apa, tapi yang jelas datangnya dari Pulau Jawa sono. Pas ketika nyampe di Jakarta, rasa nasi uduk menurutku hampir semua sama. Menunya juga sama. Ada ayam goreng, lele, tahu tempe, dan lalapan dengan sambal gitu. Biasanya deket kosku dulu, ada penjual murah banget jualnya nasi uduk kecil-kecil gitu mirip nasi kucing cuma Rp.2.000 saja. Lauknya juga Rp.2.000 aja loh. Life saver banget dah!

Gado-Gado & Ketoprak

Makanan ini sudah terkenal lah yah. Kalau aku sih tim gado-gado karena belum terbiasa aja makan bihun kacang alias ketoprak. Tapi so far menu ini juga belum jadi menu yang biasa kusantap, kecuali emang lagi butuh makan sayur. Mana porsinya menurutku gede banget pula.

Ketan Susu

Jika Anda penggemar ketan susu di daerah Kemayoran, maka Anda sudah pasti paham dengan panganan khas ini. Terbuat dari ketan dan susu serta dipadankan dengan gorengan, maka yang ada hasilnya adalah perpaduan rasa manis dan gurih dalam setiap gigitan ketan susu. Sungguh sebuah pengalaman mengecap rasa yang berbeda. Tekstur yang kenyal dari ketan susu berwarna putih ini juga ditemani dengan kelapa layaknya serundeng yang menemani makanan ringan khas betawi ini. Untuk memperkaya rasa, bisa juga menu ini ditambahi dengan buah agar terlihat lebih menarik.

ketan susu

Bir Pletok

Pertama kali ditawarkan untuk mencicipi Bir Pletok, aku sempat menolak karena mikirnya minuman ini mengandung alkohol. Rupanya ku keliru. Minuman yang punya pengaruh dari Belanda ini justru bebas alkohol dan menyehatkan. Malahan dapat bermanfaat layaknya ketika minum jamu karena terbuat dari rempah-rempah. Mirip dengan wedang ronde juga sih karena pakai jahe dan serai, cengkeh, kayu manis sehingga bagus untuk mengusir masuk angin dan pegal-pegal. Bir Pletok umumnya berwarna gelap dan rasanya sedikit pedas serta disajikan hangat. Menyerup minuman ini dengan sepiring ketan susu di sore hari sungguhlah terasa sangat nikmat. Oh ya biar seger, pakai es juga asik loh!

Bir Pletok

Selendang Mayang

Menu satu ini kalau buatku semacam es doger gitu. Manis. Dingin. Seger. Cuaca panas dan gerah di Jakarta emang cocoknya nyemilin Es Selendang Mayang sih. Es ini terbuat dari irisan tepung beras yang berwarna hijau-putih-merah. Konon penamaan minuman ini berdasarkan dari selendang para penari yang berwarna-warni sehingga adonan tepung pun dibuat dengan warna yang serupa.

Es Selandang Mayang mirip dengan agar-agar yang diberi kuah manis lalu dituang dengan santan, gula aren dan es batu sebagai penyegar. Biar makin oke lagi rasanya, biasanya akan dicampur dengan sirup dan juga susu. Beberapa pedagang bahkan ada yang nambahin jagung manis dan buah nangka untuk memperkaya rasanya. Maknyos!

es selendang mayang

selendang mayang

Roti Buaya

Nah ini juga saya baru tau banget. Pas pernah liat gitu di salah satu toko kue, aku mikirnya emang nih toko kue lagi berkreasi dan memilih karakter binatang berupa buaya. Mana dibuatnya dengan lumayan imut, tidak seram pula. Eh rupanya, roti buaya punya makna tersendiri bagi orang Betawi yakni sebagai simbol pertunangan. Kenapa buaya? karena katanya hewan ini selama hidupnya hanya menikah satu kali dengan satu pasangan saja. Nah, pastinya pengen juga kan punya pernikahan seperti itu? Tapi entah kenapa konotasi buaya darat malah jelek yah ehhe

Sayangnya, roti buaya dalam seserahan ini biasanya tidak dimakan karena dibuat dengan tekstur keras, tidak berisikan apa-apa, lalu kemudian akan dipajang. Karena perubahan zaman, Roti Buaya sekarang sudah dibuat lembut dan berisi cokelat atau isian lainnya sesuai permintaan. Meski dibilang menyalahi adat istiadat, namun mungkin hal ini agar si Roti Buaya tidak mubazir kali yah?

roti buaya

Taoge Goreng

Ini makanan simply taoge, lalu direbus pake air dikit, lalu didiemin-diaduk-aduk hingga agak kering barulah disajikan pake bumbu kacang dan kerupuk gitu. Simpel banget sih yah. Bagiku ini mah jadinya sayur, bukan menu utama. Tapi meski begitu, hingga sekarang aku belum sempat nyobain ini loh. Cuma pernah liat orang makan saja. Soalnya taoge itu paling nikmat yah dicelupin ke soto. Eaak!

Ketupat Sayur

Kalau aku bilangnya sih ini lontong sayur. Tapi lontongnya beda karena pake sayur labu bukan nangka seperti lontong favoritku di Jambi. Selain itu, rasa kuahnya lebih light gitu. Terus mereka punya tahu bacem gitu which is manis jadi di lidahku jadi matching karena aku gak suka yang manis-manis gitu. Kalau beli, biasanya aku pesen gak pake bacem deh.

Ada lagi makanan khas jakarte dan betawi yang harus aku cicipin? Ide nya dong kakak!

About the author

Travel Now or NEVER
18 Responses
  1. Dari 11 ini yang pernah aku makan baru gado-gado dan ketoprak. 🙁
    Kerak telor juga banyak dijumpai di beberapa tempat di Jogja. Apalagi pas acara bertema kuliner tradisional. Sejauh ini baru tahap pengen dan belum kesampaian beli. Hahaha.
    Eh aku baru tau itu yang selendang mayang. Seger kayaknyaa.

  2. Dari sekian yang diabsen kayaknya aku belum pernah nyobain si laksa :/
    sama apa lagi ya, roti buaya pernah sih tapi bukan yang khas betawi. Tapi harusnya mah kalau roti buaya sama aja ya rasanya;))

Leave a Reply